Bersiaplah untuk gagal, keberhasilan di depan mata.
Saya baru saja mengetahui sebuah cerita yang mungkin bisa menginspirasi kita semua. Bukan cerita baru, namun ada beberapa fakta-fakta yang sebelumnya tidak saya ketahui. Cerita ini tentang manusia-manusia yang memiliki mimpi sama, keadaan yang berbeda dan akhir yang berbeda pula. Silahkan disimak mulai dari paragraf selanjutnya.
Seorang anak yang memiliki mimpi
Professor Langley (Wikipedia)
Sejauh yang bisa kita ingat, banyak anak-anak yang memiliki mimpi bisa terbang. Lahir pada tahun 1834, Samuel Langley juga memiliki mimpi itu. Suatu hal yang luar biasa, bahkan di tahun tersebut sepeda pun belum diciptakan. Ia terus menuntut ilmu untuk menjadi yang terbaik sampai pada tahun 1898 ia menjadi Professor Samuel Langley, salah satu dari sekian banyak ilmuwan yang dihormati.
Prof. Langley mulai mewujudkan mimpinya. Ia mendapatkan dana lima puluh ribu dolar untuk itu. Sebuah dana yang fantastis untuk ukuran tahun itu. Seluruh dunia menantikan seperti apa mimpinya, seperti apa alat yang bisa membuat mereka terbang nantinya. Semua mata menyorot padanya kala itu, termasuk media. Idenya membuat mesin terbang memang fantastis di kala itu, mengingat banyak orang belum percaya manusia bisa terbang. Lalu mesin terbang itu jadi, diberi nama “Great Aerodrome”. Khalayak ramai kagum dengan mesin itu. Namun ada satu hal, mesin itu belum terbukti bisa terbang.
Malang tak dapat ditolak, ternyata mesin terbang yang dibanggakan itu gagal terbang dan jatuh ke air pada percobaan pertama. Orang ramai-ramai mencela, termasuk media. Kegagalan ini fatal, menguatkan opini bahwa manusia memang benar-benar ditakdirkan tidak bisa terbang. Pada akhirnya memang mesin itu bisa terbang, namun sulit dikendalikan. Prof. Langley menyerah setelah beberapa kali kegagalan. Ia tak lagi membangun mimpinya. Bahkan sampai ia meninggal dan tetaplah dikenal sebagai ilmuwan yang gagal menciptakan pesawat. Namun penghargaan tetap diberikan kepadanya sebagai orang yang mempelopori penerbangan.
Mimpi yang sama, keadaan yang berbeda
Wrights Bersaudara (GardenOfPraise)
Dua orang yang tidak lulus sekolah menengah atas memiliki mimpi yang sama persis dengan Prof. Langley. Mimpi bisa terbang itu telah ada sejak mereka mulai mengenal dunia. Perbedaannya adalah mereka tidak bisa mendapatkan dana dan dukungan dari banyak orang. Mereka mengumpulkan sendiri uang dari hasil memperbaiki sepeda di bengkel mereka. Lalu mereka membangun impian mereka itu. Eksperimen mereka gagal, bukan hanya sekali tapi berkali-kali. Namun mereka tidak menyerah. Tiap kali terjatuh, mereka belajar dari guru yang disebut kegagalan.
Sampai pada musim dingin di bulan Desember 1903, mereka berhasil menerbangkan mesin buatan tangan bernilai ribuan dolar milik mereka. Mereka mematahkan anggapan orang bahwa itu tidak mungkin dilakukan hanya karena seorang Prof. Langley telah gagal. Mereka tidak terjebak dengan ilusi ketidakmungkinan. Bagi mereka, semua mungkin saja. Mereka adalah Wrights bersaudara, Orville dan Wilbur, tukang sepeda yang dianggap sinting.
Samuel Langley gagal, Wrights bersaudara berhasil
Professor Samuel Langley gagal dalam bereksperimen, Wrights bersaudara juga, namun Wrights bersaudara akhirnya berhasil. Apa yang membedakan mereka? Tentu saja kemampuan mereka dalam menghadapi kegagalan. Wilbur dan Orville bangkit setelah terjatuh dan belajar darinya, sedangkan Samuel menyerah dari satu kegagalan. Samuel mendengar cemoohan orang sedangkan Wrights bersaudara tidak menghiraukannya. Alih-alih mendengar ocehan orang, mereka berkonsentrasi terhadap apa yang mereka kerjakan.
Cerita diatas sungguh menginspirasi saya. Seperti kata pepatah, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Saya setuju dengan pepatah ini asalkan kita tidak berhenti untuk berusaha. Tidaklah berarti seberapa besarnya kekurangan kita dan seberapa banyakpun cemoohan, asal bukan Allah yang mencemooh kita. Yang sekolah maupun tidak sekolah, yang kaya maupun miskin, semuanya memiliki hak untuk berhasil. Itu janji Allah lho, bukan janji saya.
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan dibelakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” QS. Ar-Ra’d: 11
Kalo kata seorang teman, “Teruslah bergerak, karena DIAM itu berarti MATI.”
Bagaimana menurut anda?
Ada 5 tanggapan dari pembaca artikel ini
Dibawah ini adalah tanggapan yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, untuk itu berbuatlah yang baik. Caci maki hanya akan menyakiti orang lain. :)

vicky pada 14/12/2011 berpendapat sebagai berikut:
iyes…. gagal gak masalah… yang penting coba terus…
stupid monkey pada 14/12/2011 berpendapat sebagai berikut:
Benar, hidup itu harus bergerak, jangan berputar seperti bumi, akan pusing nantinya.
Kesuksesan adalah hasil dari banyak kegagalan nampaknya perlu di kecamkan lagi ke dalam pikiran setiap manusia, agar tidak mudah menyerah dan menilai dari emosi sesaat.
Bergerak terus maju, berputar bikin pusing, hehehe ..
Juwita Hsu pada 15/12/2011 berpendapat sebagai berikut:
setuju!
Kegagalan yg sbnarnya adalah ktika kt menyerah.
Slma blm give up,brarti kt blm gagal
FridiGraph pada 17/12/2011 berpendapat sebagai berikut:
wah jadi penyemangat Fridi nih, gagal itu enggak masalah

Posting terakhir FridiGraph adalah Ayo buat website dengan Baba Studio
I2-Harmony pada 19/12/2011 berpendapat sebagai berikut:
@vicky: Maju terus, pantang mundur…
@stupid monkey: Yang penting adalah manusia itu belajar dari kegagalan atau tidak. Tuhan tidak menuntut kita sukses, hanya menuntut kita terus mencoba.
@Juwita Hsu: Betul, sebelum mati, kita belum gagal.
@FridiGraph: Semangat gan! Lanjutkan!
Posting terakhir I2-Harmony adalah Hosting gratis space 2GB dan bandwidth 100GB dari idHostinger