Ibu Kartini, Emansipasi Wanita dan Kesetaraan Gender

Diantara pembaca blog ini apakah ada yang ingat kalau hari ini adalah hari Kartini? Saya yakin pasti anda semua mengingatnya karena sejarah ini diajarkan di Sekolah Dasar dari generasi ke generasi. Untuk mereka yang mengaku bangsa Indonesia tapi tidak mengenal siapa Kartini, saya beri sedikit pencerahan. Menurut Wikipedia, Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini, (lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 – wafat di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun) adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi.

Ibu Kita KartiniKartini terkenal dengan surat-suratnya yang dibukukan dan kemudian diberi judul “Habis gelap terbitlah terang“. Pada kenyataannya dampak perjuangan Kartini terhadap hak-hak perempuan di Indonesia cukup kecil, secara langsung tentunya. Namun surat-suratnya yang dibukukan menjadi inspirasi untuk perjuangan yang lebih besar dari para wanita yang lain. Itu sudah cukup untuk membuat beliau mendapat gelar pahlawan.

Berbicara mengenai Kartini, tidak lepas dari “Emansipasi Wanita”. Saya lebih suka menyebutnya begitu. Saya tidak suka istilah “Kesetaraan Gender”. Kenapa? Apa bedanya? Tentu saja ada bedanya. Istilah Emansipasi Wanita pada prinsipnya memberikan seluruh hak dasar manusia (Human Rights) kepada Wanita, misalnya hak berbicara, hak hidup, dan lain sebagainya. Namun wanita diharuskan berada pada kodrat yang telah ditentukan untuknya. Memiliki anak dan mengurus rumah tangga demi kelangsungan peradaban manusia. Inilah yang diajarkan oleh Kartini.

Young Woman ExecutiveKesetaraan gender sedikit berbeda. Ideologi ini menuntut bahawa lelaki dan perempuan haruslah sama persis. Tentu saja tidak akan bisa seperti itu. Pria dan wanita adalah pasangan, seperti layaknya mur dan baut. Mungkin mur bisa memilih di sisi sebelah mana dia ditempatkan, namun mur tetaplah mur, yaitu benda yang memiliki lubang dan ulir di tengah. Mur harus digunakan bersama baut, jika tidak maka keduanya tidaklah berguna. Begitu juga tentang pria dan wanita, keduanya harus bersatu padu bekerjasama dalam kehidupan ini. Masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam memelihara keharmonisan umat manusia.

Para penganut ideologi kesetaraan gender atau kaum feminisme seringkali menerapkan standar ganda. Di tiap kesempatan meneriakkan kesamaan, kesetaraan namun juga di saat bersamaan minta didahulukan dan diistimewakan. Kalo minta disetarakan, ya jangan naik pitam kalau lelaki menjadi lebih egois. Bahkan di beberapa negara, kaum ini sudah ada yang menolak untuk mengandung dan melahirkan keturunan. Padahal dalam Islam, seorang wanita yang mengandung dan membesarkan anak dengan kasih sayang dijamin kasih sayang juga dari Allah dan RasulNya. Coba simak petikan dari kopi paste saya dari sebuah thread di Kaskus.

  1. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
  2. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
  3. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
  4. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
  5. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

Kesetaraan gender ini bagi saya hanya terdengar seperti semacam keegoisan kalangan wanita tertentu yang saya rasa tidak semua wanita berpikir semacam itu. Alangkah lebih baiknya kalo kita mengartikan emansipasi wanita dalam bentuk kerjasama antara laki-laki dan wanita dalam menjalani kehidupan. Namanya partner, tentu saja duduk sama tinggi dan punya hak yang sama. Bagaimana menurut anda?

Kalimat yang terkait dengan artikel diatas

artikel emansipasi wanita. artikel kesetaraan gender. makalah emansipasi wanita. contoh artikel emansipasi wanita. contoh makalah emansipasi wanita. artikel tentang emansipasi wanita. materi tentang kesetaraan gender. kisah kartini kesetaraan gander. hubungan emansipasi dengan ibu kita kartini. Emansipasi wanita terkait kesetaraan gender. kumpulan materi kesetaraan gender. artikel tentang kesetaraan gender. contoh emansipasi gender. artikel tentang perbedaan gender. makalah kesamaan dan kesetaraan gender. makalah tema emansipasi wanita. contoh kliping kartini. perbedaan emansipasi dan gender. perbedaan feminis dengan emansipasi wanita. perbedaan gender emansipasi dan feminisme. proposal tentang emansipasi wanita. setarakan hak wanita. artikel wanita tipe kartini. kumpulan artikel tentang emansipasi wanita. contoh laporan tentang kesetaraan gender. contoh emansipasi wanita yang terkait dengan gender. contoh membuat kliping kartini. 

Ada 15 tanggapan dari pembaca artikel ini

Dibawah ini adalah tanggapan yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, untuk itu berbuatlah yang baik. Caci maki hanya akan menyakiti orang lain. :)

  1. s y a m pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    Hihi…. sebagai perempuaaaan, saya senang membaca artikel ini. Pun saya lebih nyaman menyebutkan kata “emansipasi” dari pada “kesetaraan” ketika kaum perempuan mulai dipojokka dalam satu hal, yah walau konsepnya kadangkala cuman candaan saja.

    emansipasi banyak berbicara hak dan kewajiban
    sementara
    kesetaraan terdengar terlalu banyak menuntut

    Saya perempuan, insyaAllah akan jadi istri kemudian jadi Ibu. 7poin diatas adalah nikmat yang takkan bisa dinikmati oleh kaum Pria. hihi, itulah Istimewanya kami. Perempuan.

    selamat Pagi mas/mba Harmoni…

  2. misstitisari pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    saya juga lebih menyukai emansipasi daripada kesetaraan, kok kalo kesetaraan kesannya pengen semuasemuanya, padahal ya paling tidak kami hanya minta untuk lebih dihargai happy
    Posting terakhir misstitisari adalah Teaser Perahu KertasMy Profile

    • Harmony Magazine pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

      @syam: Panjang bener komentarnya. Tapi emang seperti itu adanya. Perempuan yang “waras” akan berpikir seperti anda. happy Btw, adminya ini dua cowok dan satu cewek, tapi yang biasa nulis adalah cowok. happy

      @misstitisari: Yup, kalo “kesetaraan” nanti cowok bakalan nuntut toilet jadi satu. Hayo… Hahaha. happy
      Posting terakhir Harmony Magazine adalah Apa yang Membuat Seseorang Disebut Sebagai Manusia?My Profile

  3. cerita anak kost pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    wah kaskuser juga to. ente bikin trit masalah kartini, coba ta tes. nama asli ibu kita kartini siapa hayo?
    Posting terakhir cerita anak kost adalah Deindex Oleh GoogleMy Profile

  4. rie pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    Emansipasi bagi saya adalah adanya kesempatan bagi wanita utk meng’aktualisasikan diri tanpa melewati batas-batasnya sebagai wanita. Dan sampai kapanpun antara wanita dan laki-laki adalah 2 makhluk yg serba berbeda sehingga tdk bisa di setarakan. Hak dan kewajibannya juga tdk bisa di setarakan/di samakan. Tetap ada proporsionalnya masing-masing.
    Posting terakhir rie adalah [Dampak] Pertambahan Penduduk Terhadap Stabilitas Produksi PanganMy Profile

    • Harmony Magazine pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

      @cerita anak kost: Hahaha, itu bukan tret ane gan. happy Ibu Kartini itu nama aslinya bu Harum. happy
      Itu kalo di lagu kan ada. Hehehehe… happy

      Ibu kita Kartini
      Putri sejati
      Putri Indonesia
      Harum namanya

      Nah kan… happy

      @rie: Nah, itu dia, saya setuju yang ini. Karena masing-masing tidak ada yang sama, bukan berarti tidak adil. happy Banyak di dunia ini yang tidak sama namun adil.
      Posting terakhir Harmony Magazine adalah Apakah Anda Tahu Bahwa Ada Zat Radioaktif pada Rokok?My Profile

      • cerita anak kost pada 22/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

        @Harmony Magazine: wah ente emang mantap, kirain ga ngerti.. hahah, itu bukan trit ente to.. wah ud ta add e. tapi orangnya juga nge add e, jadi temen dah. eh minta email ente dong, kirim ke drieant_18[at]yahoo.com ya, kita ngobrol kawan.
        Posting terakhir cerita anak kost adalah Deindex Oleh GoogleMy Profile

  5. stupid monkey pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    emansipasi itu kadang suka aneh lho, apalagi saat mendaki, soalnya kalo perempuan minta disamakan emansipasi akan hak nya, kenapa suka menolak ya kl di beri keril yg beban nya sama beratnya dengan lelaki, hihi big grin
    Posting terakhir stupid monkey adalah Raden Adjeng KartiniMy Profile

    • Harmony Magazine pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

      Nah, kalo yang menuntut segala hak sama itu kesetaraan gan, kalo emansipasi hanya hak dasarnya saja. happy
      Seharusnya dalam sebuah tim, wanita menjadi pelengkap pria, begitu pula sebaliknya.

  6. dwi pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    asal jangan emansipasi kebablasan aja mas
    Posting terakhir dwi adalah Mengatasi PayPal LimitMy Profile

  7. Blog Keperawatan pada 21/04/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    Terima kasih sahabat atas berbagi artikelnya ini
    Cocock dengan tema hari ini, Hari Kartini
    Posting terakhir Blog Keperawatan adalah Falsafah KeperawatanMy Profile

Berikan tanggapan anda untuk artikel ini.

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Harmony Blog. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.

CommentLuv badge

» Cinta & Persahabatan

» Out of The Box

» Fakta Ilmiah

» Celoteh I2H.INFO