Kopdar Komunitas Blogger Jogja dan tewasnya Simoncelli
Minggu ini adalah minggu tersibuk saya, setelah sekian lama tidak pernah beraktivitas hari minggu. Kegiatan saya dimulai dengan bangun pagi-pagi sekali karena harus mengantarkan pacar ke kampus untuk praktek pengamatan hama. Tanpa mandi dulu, saya mengantar pacar. Setelah mengantar pacar, baru saya mandi. Memang, mandi pagi-pagi adalah yang ternikmat diantara dua waktu mandi. Rasanya masih dingin-dingin segar. Lumayan menyegarkan setelah semalaman bermandi keringat karena cuaca yang cukup gerah.
Setelah mandi, ternyata waktu masih menunjukkan pukul 08.10 WIB. Saya melakukan apa yang biasa saya lakukan di minggu pagi, yakni nonton kartun SPONGEBOB. Ternyata waktu mengganti channel ke RCTI ada yang kartun yang lebih lucu, yakni LARVA. Kisah tentang dua larva di sebuah selokan yang konyol dan menggelikan. Hm, tapi bukan itu yang akan saya ceritakan disini. Anda nonton saja sendiri larva-nya, ringan kok, cuma drama satu babak di tiap segmen.
Persiapan untuk kopdar Komunitas Blogger Jogja.
Nah, pukul sembilan kurang delapan belas menit, si Nugroho SMS mengenai Kopdar Komunitas Blogger Jogja (KBJ). Eh, ternyata dia belum mandi dan belum siap. Ya sudah, saya menunggu sampai jam sembilan lebih lima menit, Nugroho SMS bahwa dia sudah siap dan mas Tomi Purba SMS juga. Ternyata kami sudah ditunggu, sesuai janji saya kemarin untuk ikut membantu membawakan Jaket KBJ. Dan akhirnya sayapun membalas SMS mas Tomi dan meluncur menjemput Nugroho.
Sudah dua tahun saya di Jogja, tapi tidak pernah menemukan jalur yang ideal menuju Kebun Binatang Gembiraloka. Saya masih memilih jalan lewat jalan Kusuma Negara via fly over Lempuyangan. Yah, hanya itu yang saya tahu. Setelah mendaki gunung dan melewati lembah beberapa traffic light, akhirnya saya sampai di rumah mas Tomi yang ternyata tidak terlalu sulit dicari. Tentu saja tidak sulit, saya tanya saja ke pak satpam yang nongkrong di depan perumahan. ![]()
Sesampainya di rumah mas Tomi, sudah menunggu dua orang blogger lain, yaitu mas Elang dan mas Dani kalo ga salah. Kalo salah mohon dimaafkan ya, karena otak saya selalu error kalo nyimpen nama orang. Harap maklum.
Tanpa basa-basi lagi, kami langsung berangkat menuju Joglo Abang, tempat diselenggarakannya KBJ. Tentu saja sambil membawa muatan Jaket yang dibungkus plastik segede gaban. Ternyata mas Elang dan mas Dani naik motornya cepet banget, saya sampai tidak bisa mengikuti. Untungnya mas Tomi masih cukup pelan, sehingga bisa saya ikuti. Jujur saja, saya ga tahu jalan ke Joglo Abang. ![]()
Final Destination: Joglo Abang.
Lebih dari tiga puluh menit kami mengendarai motor, melewati daerah Wirobrajan, trus ke barat sampai ke ring road barat. Nah, belok kanan lantas kami melaju terus ke utara. Sesampainya di selokan Mataram, kami belok kiri menyusuri jalan sepanjang selokan. Belok-beloknya terlalu banyak, saya lupa bagaimana mendeskripsikannya. Tahu-tahu belok kiri memasuki jalan desa dan Joglo Abang sudah di depan mata.
Ternyata, eh ternyata disitu ramai. Awalnya saya kira itu blogger-blogger Jogja, ternyata bukan. Mahasiswa UII yang lagi ada acara. Blogger Jogja sendiri nyempil di pojok sebelah timur belakang. Karena tempat yang tidak memadai, akhirnya pindah ke bagian belakang dari Joglo Abang. Beratapkan terpal warna biru, tempat itu lebih sejuk dari tempat sebelumnya. Dengan hadirin terakhir yang duduk di kursi biru, acara pun dimulai.
Ceremony: Agenda KBN dan KBJ
Diawali dengan pembicaraan mengenai Kopdar Blogger Nusantara (KBN) yang diselenggarakan di Sidoarjo. Kawan-kawan Narablog Jogja sepakat untuk menggunakan bis secara kolektif, berangkat pada Kamis malam 27 Oktober 2011. Sayangnya saya tidak bisa ikut karena harus ada yang saya selesaikan di hari Jum’at dan Sabtu-nya. Tapi tak apa, kawan-kawan narablog pasti akan berbagi laporan pandangan mata dengan yang tidak hadir. Setidaknya bisa mengobati rasa penasaran saya tentang apa yang ada di KBN.
Selain itu juga ada pembicaraan mengenai beberapa agenda KBJ. Banyak usulan-usulan yang semuanya sudah ditampung oleh pak Tony, pak Antok Suryaden dan mas Tomi Purba. Mungkin perlu seleksi lebih lanjut untuk program-program yang bisa segera dikerjakan. Saya sendiri lebih memilih pasif, mengingat ini pertama kalinya saya mengikuti kopdar ini. Disamping itu saya juga tidak punya ide kegiatan apa yang bisa dijalankan oleh KBJ.
Di akhir acara lebih banyak diisi dengan bercanda-canda. Saya sendiri sempat ngobrol dengan mas Dion dari Joglo IT-Center dan mas Hermawan tentang beberapa hal, salah satunya tentang kontes SEO Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia.

Kopdar KBJ Sebelah Depan Saya

Kopdar KBJ Sebelah Kanan Saya

Kopdar KBJ foto sebelah Kiri Saya.
Starving: The End of Journey.
Tak terasa matahari sudah tergelincir dari puncaknya, tanda untuk makan siang. Sayapun berpamitan kepada rekan-rekan blogger yang lain. Dan memang acaranya sudah diakhiri kok. Daripada nanti pingsan karena kelaparan, lebih baik saya pulang duluan. Sudah lapar sampai ke ujung kerongkongan. Setelah melaju melewati 4 traffic light, sampailah saya di Burjo favorit saya. Pesan nasi goreng dan makan. Mengenai makan, tak perlu kan dideskripsikan bagaimana caranya. Semua orang pasti sudah tahu.
Ternyata kegiatan saya tidak berhenti sampai disini. Saya masih harus menjemput pacar saya yang telah selesai praktikum. Mampir pula ke kontrakan teman-teman pria pacar saya. Setiap disana, pasti tidak akan bisa sebentar. Akhirnya, jam lima kurang lima menit, barulah saya sampai di kost. Ampun Ya Allah, capek banget, tapi hati senang. ![]()
RIP: Marco Simoncelli
seperti biasa, setelah beres-beres diri, saya lantas menuju ke CQ-41 saya. Seperti biasa, dengan AHA terpasang, saya pun menjelajah internet. Pertama yang saya buka adalah blog saya sendiri, tentu saja. Lantas saya buka Facebook dan terkaget dengan sebuah status bahwa MotoGP Malaysia dihentikan karena kecelakaan Marco Simoncelli. Di timeline selanjutnya, saya membaca bahwa Simoncelli telah tewas. Saya pun penasaran, seperti apa kecelakaan yang menyebabkan Marco Simoncelli tewas. Lalu saya menemukan ini di Youtube.
Ternyata memang mengenaskan sekali kecelakaannya. Menurut saya itu memang sudah takdir. Sistem keamanan di MotoGP tentu saja sudah didesain sedemikian rupa supaya nyawa pembalap tidak melayang dalam kecelakaan. Tapi apa daya jika malaikat maut memang menjemput diatas lintasan balap. Padahal prestasi Simoncelli semakin menanjak dan digadang sebagai the next Rossi. Selamat jalan Marco Simoncelli, kau akan selalu kami kenang sebagai legenda.
Nb: Buat yang baca, maaf ya kalo terlalu panjang dan ada beberapa nama yang belum saya pasang link. :)
Ada 5 tanggapan dari pembaca artikel ini
Dibawah ini adalah tanggapan yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, untuk itu berbuatlah yang baik. Caci maki hanya akan menyakiti orang lain. :)

Tongkonanku pada 23/10/2011 berpendapat sebagai berikut:
Saya ada di foto paling bawah, sedang pegang mulut. Hehehe..
Bowo Eko Widodo pada 24/10/2011 berpendapat sebagai berikut:
Asik fotoku juga nampang di sana hahay
Posting terakhir Bowo Eko Widodo adalah Tes Blogger Dengan Software Sederhana
Fikar pada 24/10/2011 berpendapat sebagai berikut:
sayangnya saya g datang KOPDAR :’(
saya titip salam buat teman-teman yg hadirr..
FajaR pada 25/10/2011 berpendapat sebagai berikut:
Hahahahaha…. mas kok KBJ bawa pandanya google? di foto pertama yang jejer nya mas suryaden…. hihihihi….

To apri nek baca ini : sory pri gojek
Posting terakhir FajaR adalah Bingung Mau Dikemain Nih Duit
Restiono pada 26/10/2011 berpendapat sebagai berikut:
@Tongkonanku: Eh, itu jenengan to mas? Deketnya mas Akbar. Ya ya…diapalin deh…
@Bowo Eko Widodo: Wah masnya, kayak ndak pernah difoto aja…
@Fikar: Iya mas, teman-teman sudah banyak yang tahu kok dari update anda di grup KBJ.
@FajaR: Panda? Ampun mas, itu bukan panda, tapi beruang. *kaburrrr*
Posting terakhir Restiono adalah Blog Review: Design sederhana menarik mata dari Ingin-Tahu.Com