Fenomena Pembunuhan Akal Sehat Manusia Indonesia

Kali ini saya meminjam istilah pak Dahlan Iskan, Menteri BUMN yang fenomenal itu. Dalam beberapa tahun ini telah terjadi pembunuhan akal sehat rakyat Indonesia. Hal-hal yang seharusnya menjadi baik dan sudah menjadi keharusan dilakukan justru menjadi hal yang aneh dan asing di masyarakat, begitu pula sebaliknya, hal yang seharusnya tidak baik dan tidak boleh dilakukan justru menjadi hal yang lazim bagi masyarakat kita.

Tidak mencontek dan memberikan contekan

Kejujuran itu baik dan berlaku bagi siapapun. Termasuk bagi pelajar. Mencontek seharusnya menjadi hal yang memalukan karena termasuk dalam perbuatan lancung. Ketidakjujuran yang terbiasa diperbuat semasa menempuh bangku pendidikan pasti mengakar dalam diri manusia pelakunya. Tentu hal ini akan berdampak tidak baik bagi perkembangan bangsa dan negara di masa depan. Jika seseorang sudah terbiasa menghalalkan cara yang tidak jujur dalam menggapai nilai akademis, waktu jadi pemimpin pun ia akan korup dan menghalalkan segala cara.

Membayar untuk mendapatkan pekerjaan

Sudah sering terdengar di masyarakat, terutama di daerah pinggiran bahwa untuk mendapatkan pekerjaan, utamanya PNS atau TNI POLRI, seseorang harus memiliki sejumlah dana. Besaran dana bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Ini jelas pembunuhan akal sehat. Orang cari kerja karena tidak punya uang, kenapa harus membayar untuk menyuap? Bagi orang ‘waras’, ini sulit diterima. Lalu jika ada yang bilang klo semua butuh modal, saya berani bilang bahwa orang itu nggak paham agama. Kalo berdagang memang butuh modal uang, tapi kalo nyari kerja ke orang lain, utamanya pada negara, kalo ngeluarin uang itu artinya nyogok alias nyuap dan itu DOSA besar. Baik penyuap dan yang disuap sama-sama dilaknat. So, pikir-pikir lagi deh, pake akal yang sehat dan waras.

Pejabat yang menjadi raja, bukan pelayan

Pejabat itu pengurus kepentingan rakyat. Dia hanyalah versi elit dari pembantu. Lebih kerennya adalah pembantu kolektif. Gaji pejabat besar itu wajar, soalnya dia punya ‘majikan’ banyak. Beda sama asisten rumah tangga yang majikannya cuma satu. Yang menjadi tidak wajar adalah ketika ada pejabat yang minta dilayani. Mana ada pembantu dilayani majikan? Udah gitu, majikannya mau pula. Ini tentu termasuk hal yang tidak masuk akal. Justru karena sudah sekian lama terlena melayani pembantu, banyak majikan yang apatis terhadap pembantu yang melayani majikan. Pejabat yang melayani rakyat dengan sekuat tenaga, tidak cuma duduk di kantor terima laporan malah dikatakan pencitraan. Konyol bin lucu bin menggelikan.

Bangga jika melanggar aturan

Ini adalah salah satu penyakit anak muda. Senang sekali melanggar aturan. Yah, namanya remaja, masih labil dalam rangka pencarian jati diri. Kata psikolog sebelah harus dimaklumi jika banyak salah. Salah sih tetap saja salah, mo itu remaja, dewasa atau kakek-kakek. Yang lebih lucu dari semua itu adalah kebanggan terhadap hal yang salah itu. Eh, pake motor ban lebih kecil dari normal bangga banget, giliran ditilang malah polisi yang disalahin. Melanggar lampu lalu lintas kalo lolos bangga, kalo kena tilang polisinya lagi yang salah. Belum lagi tindakan lain yang sebenarnya melanggar aturan tapi justru dibanggakan. Tentu saja ini pembunuhan akal sehat. Aturan dibuat tentu demi kebaikan kita dan sebagai tanda kalo kita orang beradab. Kalo tidak mau patuh dengan aturan, baiknya tinggal di hutan saja. Disana aturannya cuma satu, siapa kuat dia menang. Berani? big grin

Nah, demikian beberapa pembunuhan akal sehat yang bisa saya sampaikan. Semoga ini bisa menjadi bahan renungan bersama untuk menjadikan masyarakat kita lebih baik lagi. Jika masyarakatnya baik, maka negara ini pasti maju. Bagaimana menurut anda?

Diposting dari Samsung Galaxy Pro with Android

Kalimat yang terkait dengan artikel diatas

FENOMENA PEMBUNUHAN. 

Ada satu tanggapan dari pembaca artikel ini

Dibawah ini adalah tanggapan yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, untuk itu berbuatlah yang baik. Caci maki hanya akan menyakiti orang lain. :)

  1. Grosir Jilbab Tanah Abang pada 17/09/2012 berpendapat sebagai berikut:Jawab

    Memang banyak hal aneh dinegeri ini sob, ane jg kagak ngarti dimana salahnya..
    Yang salah bisa jadi benar…yg ahli hukum malah melanggar hukum..yg lebih gila lagi yg korup malah ngerti ilmu agama kerja di departemen agama lg he he..happy

Berikan tanggapan anda untuk artikel ini.

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Harmony Blog. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.

CommentLuv badge

» Cinta & Persahabatan

» Out of The Box

» Fakta Ilmiah

» Celoteh I2H.INFO