Perjelas Harapan dan Tujuan untuk Mencapai Cita-cita
Banyak diantara kita, kadang tidak mengerti apa yang diri kita inginkan. Seringnya, seseorang akan mematok target lebih rendah daripada apa yang seharusnya bisa dia lakukan. Hal ini berhubungan dengan kebiasaan manusia untuk cari aman. Kita mengambil jalan yang menurut kita lebih ‘aman’ dalam hal apapun. Itu manusiawi. Hanya sedikit manusia yang berani secara sadar dan penuh percaya diri mengambil jalan yang penuh resiko.
Kadangkala, suatu waktu kita terjebak antara keinginan dan ketidakmauan untuk kecewa. Kenapa? Karena ada hubungan antara keinginan dan kekecewaan. Jika poin realitas yang dicapai sama, semakin tinggi suatu keinginan, maka semakin besar pula manusia akan kecewa. Oke, kita simak contohnya.
Seseorang berkeinginan mendapatkan uang Rp. 150.000,- dari pekerjaan yang dijalaninya hari ini. Tetapi, ternyata ia hanya mendapat Rp. 75.000,- di akhir hari. Sedangkan orang lain dengan pekerjaan yang sama, hanya menginginkan mendapat Rp. 100.000,- hari ini. Mana yang memiliki selisih terendah? Nah, orang itulah yang memiliki kekecewaan lebih rendah, secara teori.
Bagaimana dengan contoh diatas? Sudah mendapat gambaran? Paling tidak, seperti itulah. Contoh ini berlaku untuk banyak hal, bukan hanya masalah uang dan pekerjaan. Tapi bisa hal yang lainnya.
Diakui atau tidak, kita lebih sering mendapatkan sesuatu yang kita tidak inginkan, dalam hal apapun. Menurut saya pribadi, harapan adalah do’a. Setiap apa yang kita harapkan, didengar oleh Penguasa Alam Semesta. Alangkah lebih baik jika kita set harapan kita setinggi yang kita bisa. Digaris bawahi dan dibold: setinggi yang kita bisa. Maksudnya adalah setinggi yang mungkin masih bisa dicapai manusia. Apa gunanya hidup tanpa sedikit resiko, eh?
Mau tahu contoh orang yang berhasil mengatasi rintangan ketakutan resiko? Banyak contohnya. Para Nabi, para ilmuwan, tokoh-tokoh besar yang berpengaruh, semuanya mengatasi rintangan ketakutan akan resiko. Ketika memulai, mereka memiliki visi yang jauh ke depan, oleh karena itu kebanyakan orang menganggap mereka ‘gila‘. Tapi dengan seiring waktu, ternyata mereka benar. Bukankah sering dikatakan, banyak orang belum tentu benar, rite?
Dan pada akhirnya, sulit sekali hal yang tidak beresiko dan tidak menimbulkan kekecewaan. setiap pilihan hidup pasti ada resiko sebagai dampak. Dan itulah gunanya falsafah “nrimo ing pandum” yang artinya menerima apa yang kita dapatkan setelah usaha yang maksimal. Jadi, bukan pasrah sebelum berusaha. Bahasa kerennya “nrimo ing pandum” itu adalah ikhlas. Ikhlas kan memang berguna untuk meredam kekecewaan manusia. Betul?
Berdo’a dan berharaplah sejelas mungkin. Kita analogikan seperti kita meminta sesuatu pada orang tua kita. Jika kita bilang, minta roti dan kita hanya diberi roti tawar, jangan protes dengan bilang itu salah, karena itu sudah roti. Harusnya kalo kita memang ingin roti dengan isian keju dan taburan biji wijen, kita harus mengatakannya yang jelas pada ortu kita. Begitupula dalam berdo’a. Ungkapkan dengan sejelas mungkin, bukan dengan verbal, tapi dari hati yang paling dalam. Karena kalian kan tahu, Tuhan lebih membaca apa yang ada dalam hati kita. Karena hati tidak akan berbohong. Cek deh kalo nggak percaya.
Kesimpulannya adalah sukses = planning + usaha keras + sadar resiko + ikhlas. Kenapa planning ikut? Ya iyalah, justru ini yang terpenting. Anda tidak akan berhasil tanpa tahu apa yang harus dilakukan sebelum berusaha atau anda akan menjadi seperti kapal tanpa nahkoda. Planning itu yang sering kita sebut harapan. Sedangkan sadar resiko dibutuhkan untuk mengendalikan kita supaya tetap pada jalur yang benar.
Nah, sekarang bagaimanakah dengan pendapat anda?
Quote perkataan Sirius Black pada Harry Potter di Harry Potter and The Order of Phoenix.
Credit to my maternal Grandfather.
Image credit: Blogger Pemula.
Kalimat yang terkait dengan artikel diatas
cerita bergambar menggapai cita-cita. komik menggapai cita-cita. beda tujuan dan harapan. beda tujuan dengan harapan. contoh paragraf tentang cita-cita. harapan manusia dalam menggapai cita-cita. Makalah tentang Harapan dan Cita-cita. tujuan untuk mencapai cita-cita.
