Sanepan, Budaya Jawa yang Mulai Hilang Tergerus Jaman
Bisa dikatakan bahwa salah satu pondasi budaya Jawa adalah sopan santun dan perasaan tidak ingin menyakiti orang lain. Oleh karena itu seorang yang mengaku dirinya orang Jawa seharusnya bersifat lembut, berbicara dengan intonasi yang ringan dan tidak menyakiti orang lain. Sanepan adalah salah satu cabang budaya Jawa yang digunakan untuk mewujudkan hal tersebut diatas. Dengan Sanepan, konfrontasi langsung bisa dihindari dan memberikan orang kesempatan untuk memikirkan pesan yang kita berikan kepadanya.
Sanepan adalah sebuah bentuk komunikasi masyarakat Jawa tradisional dengan memberikan tanda-tanda melalui bahasa kiasan, atribut, hiasan arsitektur dan lain sebagainya yang memiliki makna-makna tertentu. Secara kasat mata, sanepan hanya menampilkan tanda-tanda, maka seringkali membuat maknanya menjadi multitafsir. Budaya Sanepan saat ini sudah mulai tergerus jaman. Sudah tidak banyak anak muda yang mengerti bahwa dalam setiap perkataan, perbuatan dan benda ada makna tersirat yang terkandung di dalamnya. Bahkan Gusti Allah Yang Maha Besar pun menggunakan sanepan dalam memberikan pelajaran kepada manusia melalui alam sekitar.
Reog - Gambar oleh Kidsklik.com
Salah satu contoh sanepan terkenal (namun tidak disadari orang) adalah Reog. Konon, kesenian yang diklaim negara tetangga tersebut pada awalnya dibuat untuk mengkritik raja Brawijaya yang menurut rakyat dikendalikan oleh permaisurinya. Raja Brawijaya digambarkan sebagai harimau yang ditunggangi oleh merak yang mempertontonkan bulu-bulunya yang indah. Selain itu merak dalam khasanah budaya Jawa merupakan simbol dari kesombongan dan keangkuhan. Maka itulah akan sangat kelihatan sekali bahwa negara tetangga yang notabene berbudaya melayu yang “terus terang” tidak cocok dengan reog yang merupakan produk budaya sanepan sehingga terlihat jelas itu bukan budaya mereka.
Satu contoh lagi yang merupakan sanepan adalah “Gajah kuwi kalah karo semut”, gajah yang dikalahkan oleh semut. Diaplikasikan dalam suit (mengundi lewat jari tangan), jempol yang merupakan simbol gajah dikalahkan oleh kelingking yang merupakan simbol dari semut. Bagi orang yang tidak mengerti pasti bertanya-tanya, mana mungkin semut mengalahkan gajah? Semut diinjak gajah pasti tewas mengenaskan. Namun ternyata ada jawaban yang cukup ilmiah tentang hal tersebut.

Sebuah penelitian di Kenya yang dilakukan oleh Dr. Todd Palmer dari Universitas Florida menghasilkan fakta mengejutkan bahwa semut menjadi pelindung bagi pohon-pohon yang berpotensi dihancurkan oleh gajah. Semut yang hanya memiliki berat 5 mg bisa begitu menakutkan bagi binatang yang semilyar kali lebih berat. Para peneliti itu menemukan bahwa beberapa gajah berlari menghindari pohon Akasia seperti ketakutan anak kecil yang akan diberi minum jamu atau obat. Jadi jika pak Jokowi mengatakan bahwa dirinya adalah semut menghadapi gajah (calon-calon gubernur DKI lain), bagi orang Jawa itu tidak bisa ditafsirkan sebagai suatu bentuk merendahkan diri. ![]()
Tulisan ini tidak bermaksud untuk rasis atau mengangungkan budaya Jawa, namun hanya sebuah himbauan yang berlaku secara universal terhadap semua kebudayaan asli. Berhubung saya orang Jawa dan tahunya hanya budaya Jawa, ya itu yang saya bahas. Yang saya harapkan, tentu saja khususnya bagi orang Jawa budaya ini jangan sampai hilang. Budaya-budaya besar dan tua, pasti memiliki struktur bahasa yang rumit dan pasti memiliki perumpamaan seperti bahasa Arab, India dan China. Jangan sampai budaya Jawa hilang oleh gerusan jaman yang serba materialistis ini. Bagaimana menurut anda?
Kalimat yang terkait dengan artikel diatas
sanepan. sanepan jawa. artikel budaya jawa. artikel kebudayaan jawa. budaya jawa. sanepan jowo. sanepan boso jowo. contoh kebudayaan jawa. contoh budaya jawa. contoh esai tentang budaya sopan santun. gajah vs semut. sanepan bahasa jawa. artikel kabudayan jawa. kata2 sanepan jawa. contoh sanepan bahasa jawa. artikel bahasa jawa kebudayaan. sanepan kehidupan. Sanepan cinta. simbol gajah. tesis tergerusnya budaya tradisional oleh perubahan sosial. www boso jowo sanepan. Salah satu contoh simbol budaya jawa. mengapa kebudayaan jawa hilang. makalah bahasa jawa yang mulai hilang. Bahasa sanepan. budaya bahasa jawa yang memudar. cerita basa jawa semut karo gajah.
Ada 17 tanggapan dari pembaca artikel ini
Dibawah ini adalah tanggapan yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, untuk itu berbuatlah yang baik. Caci maki hanya akan menyakiti orang lain. :)
Faizal Indra Kusuma pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Aku suka reog ponorogo. Pengen liat jajadiannya. Aku biasa liat di tv.
kidulratan.com pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
bener banget apa yangkamu bilang gan…. sekarang PR kita bagaimana carany kita melestarikan budaya jawa?
vicky pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
ya semoga… semoga aja Jowone gak ilang.. di atas gempuran Boyban dan drama korea.. huahahaha
Posting terakhir vicky adalah Nyoba Berry good
yadibaroos pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Semua kebudayaan indonesia hampir punah, karna kesibukan para pemerintah dengan pilkada dan proyek-proyek yang bisa memberikan keuntungan pribadi mereka.
Posting terakhir yadibaroos adalah KREATIVITAS
Harmony Magazine pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
@Faizal Indra Kusuma: Maksud jejadian? Ane yang ngerti reog ga pernah tau apa itu jejadian.
@kidulratan.com: Caranya ya kita pakai dalam kehidupan sehari-hari gan. Kalo bukan kita, siapa lagi? Nunggu pemerintah? Kelamaan… !!!
@vicky: Hayo, kutebak dikau malah lebih ngerti ceritane naruto daripada Gatotkaca. Yo to?
@yadibaroos: Ga perlu nyalahin pemerintah gan, kita instropeksi aja diri kita sendiri. Apakah kita sudah melestarikan budaya kita sendiri-sendiri? Saya yakin pasti usaha kita belum maksimal dalam melestarikan kebudayaan. Kalo masyarakatnya mau sih, pemerintah nomer 12 gan…

Posting terakhir Harmony Magazine adalah Anda Pengintip yang Suka Pasang Spycam? Telitilah atau Anda Celaka!
vicky pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
@Harmony Magazine: salahe to ra gelem menge ekspos filmnya.. atau komiknya,,,,
*lempar tanggungjawab mode on
Posting terakhir vicky adalah Nyoba Berry good
Harmony Magazine pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Haha, nek wes lempar tanggung jawab yo ndak perlu dibicarakan lagi.

Posting terakhir Harmony Magazine adalah Menghalangi/Mengurangi Spam WordPress dengan Berkas .htaccess
Tina Latief pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
betul mas, ada lagi contohnya, kalau kita ambil suara dengan suit maka kelingking dengan jempol pasti menang jempol..
mungkin mudahnya begini, anak muda yang harusnya mempelajari kebudayaan ini malah pergi keluar daerah untuk mempelajari kebudaan asing lainnya. Ketika pulang anak itu seakan tercuci otaknya dan lupa segala tentang budayanya.
istighfarin.com pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
memang sudah seharusnya budaya yg mulai memudar ini tetap kita jaga. Bahasan seperti inilah yg mampu menumbuhkan semangat untuk menjaga budaya kita, lanjutkan
Harmony Magazine pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
@Tina Latief: Eh, itu suit darimana mbak kok kelingking sama jempol menang jempol?

Kelingking yang menang kali ya mbak maksudnya?
@istighfarin.com: Betul mas, semoga saja lebih banyak lagi blogger yang membahas masalah budaya.

Posting terakhir Harmony Magazine adalah Komik Strip: Kunjungan Candi Borobudur yang Gagal dan Gorengan Asolole
stupid monkey pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
sebagai orang timur, kita di kenal dengan sopan santun serta beragam budaya ya sob, semoga hal ini bisa terus terjaga, melihat semakin kesini, semakin roda di putar semakin kencang, para penerus bangsa ini semakin lupa, nice sob

Posting terakhir stupid monkey adalah Bingkai
Ada-akbar.com pada 23/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Kata semut tadi jadi inget.
sesuatu yang kecil kadang lebh menakutkan daripada yang besar
Posting terakhir Ada-akbar.com adalah Manusia ini Dapat Terbang Seperti Burung
Tebak ini Siapa! pada 24/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Aku sing wong Jowo lagi ngerti istilah sanepan hihihi xD
Posting terakhir Tebak ini Siapa! adalah Spacemaker untuk Traveler
Jurnal Transformasi pada 24/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Aku pikir ada penjelasan logis mengapa sanepan sekarang sdh banyak ditinggalkan walau klihatannya sanepan itu budaya agung jawa. Kalau dilihat dari penejelasan tulisan ini, maknanya mungkin hanya dimengerti oleh orang jawa. Sementara orang jawa sdh banyak merantau, kalaupun tak merantau, orang diluar suku jawa lah yang banyak berdatanga ke dalam budayanya. Guna pergaulan sosial yang multikultural itu akhirnya sanepan ditinggalkan. Pikir aku saja sih Mas

Posting terakhir Jurnal Transformasi adalah 365/17 Transfer Pengetahuan
Harmony Magazine pada 24/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
@stupid monkey: Ya tugas kita yang masih ngerti budaya untuk menjelaskan kepada mereka yang ga ngerti sob…
@Ada-akbar.com: Betul gan.
Makanya ituh bapak SBY takut sama rakyatnya. 
@Tebak ini Siapa!: MasyaAllah…
@Jurnal Transformasi: Sepertinya tidak sepenuhnya seperti itu mbak. Nyatanya budaya yang lebih mudah untuk diterapkan pada masyarakat multikultural yakni unggah ungguh atau sopan santun pun juga ditinggalkan. Banyak orang Jawa yang dulunya “njawa” alias pengertian sekarang sudah berubah menjadi srigala.
Posting terakhir Harmony Magazine adalah Perubahan Aturan Fair Usage Policy AHA Merepotkan Pengguna
Aryan pada 26/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Aku malah baru tau kata sanepan hari ini setelah baca artikel ini, saya bukane lupa, tapi baru tau
memang saya masih awam sekali dengan bahasa jawa tingkat krama inggil
mohon bimbingannya ya kak..
Posting terakhir Aryan adalah Template berat kasihan pengunjung
Harmony Magazine pada 26/03/2012 berpendapat sebagai berikut:
Waduh, jaman SD sampeyan ndak dikasi tau ya bro? Kalo jaman SD ku dulu ada tuh. Apa udah beda ya SD jaman sekarang sama SD dulu…?
Posting terakhir Harmony Magazine adalah Tindakan Proaktif Mencegah Pelecehan Seksual pada Anak-anak