Tiga Mitos yang Salah Tentang Benda Luar Angkasa
Pengetahuan kita tentang angkasa luar hampir sama seperti pengetahuan kita tentang sejarah. Sangat sulit memisahkan apa yang kita tahu dari periset ahli dan apa yang kita dapatkan dari film. Dalam kasus ini berarti banyak dari pengetahuan kita tentang angkasa luar yang secara menggelikan adalah salah. Tidak cukup membuat kita merasa kecil, ruang angkasa juga melihat kita merasa bodoh juga. Inilah tiga mitos diantara sekian kebodohan tersebut.
Meteorit itu panas
Misalnya ada meteorit mendarat dengan keras di halaman anda saat ini. Anda berlari untuk menyaksikannya dan anda menemukan seonggok benda keras di sebuah kawah kecil. Apakah anda bersedia menyentuhnya? Tentu saja tidak. Tidak sampai benda itu menjadi dingin, bukan? Benda ini terbakar di angkasa sampai ke bumi, kita sering melihatnya di film-film. Sudah cukup banyak film yang menggambarkan meteorit panas menghantam bumi dan menimbulkan ledakan besar.
Faktanya adalah…
Memang meteor yang jatuh dan menghantam tanah meninggalkan jejak berupa lubang dan sedikit berasap, tapi itu bukan karena panas, tapi karena debu.
Bebatuan meteorit telah berada di luar angkasa selama milyaran tahun, 3 derajat dibawah suhu dingin mutlak (-276° C / -2,75° K). Mereka hanya berada di atmosfer bumi selama beberapa menit karena kecepatannya yang luar biasa. Tidak cukup waktu bagi meteor untuk memanaskan diri dan meledak ketika terjadi benturan dengan bumi. Faktanya adalah meteorit seringnya hanya hangat-hanyat kuku saat membentur bumi.
Lalu, bagaimana dengan bola api meteor yang sering kita lihat di langit? Semua orang melihat bahwa meteor terlihat seperti bola api di langit, kan? Faktanya adalah bola api itu tidak menyentuh badan fisik meteornya. Meteor yang jatuh memiliki lapisan udara di depannya terdorong oleh gelombang kejut yang ditimbulkan karena kecepatan jatuhnya yang tinggi. Lapisan udara yang memadat inilah yang kemudian tertekan dan terbakar, lalu kita lihat sebagai bola api.
Sabuk asteroid itu mengerikan dan mematikan
Apakah anda penggemar film-film fiksi tentang luar angkasa seperti Star Wars, Battle Star Galactica, dan sejenisnya? Jika ya, anda pasti pernah melihat satu adegan dimana pesawat luar angkasa melewati sabuk asteriod yang batu-batuannya kecil dan terlihat sangat sempit ruang diantara. Ini membuat kesan bahwa sabuk asteroid itu menakutkan dan mematikan.
Faktanya adalah…
Memang benar banyak sekali asteroid di sabuk asteroid. Hampir setengah juta asteroid yang sudah kita ketahui. Akan tetapi, masing-masing diantara mereka berjarak sekian kilometer. Banyak kilometer tentunya, bukan hanya satu atau dua.
NASA sudah melewati sabuk asteroid dengan pesawat nirawak mereka dan mengatakan bahwa kemungkinan menabrak salah satu asteroid hanya satu dibanding satu milyar, kecuali anda menyetir pesawat luar angkasa anda dengan mata tertutup dan tanpa navigasi radar sama sekali. Bahkan kemungkinan anda menabrak satu asteroid di sabuk asteroid sama kecilnya dengan kemungkinan anda kejatuhan meteor saat mengemudi di jalan tol. ![]()
Tentang luar angkasa, gambar tidak bisa dijadikan tolak ukur besar kecil. Ukuran sebenarnya asteroid tidak sebesar batu kali, namun minimal lebih besar dari sebuah rumah. Bahkan ada asteroid yang luasnya 400 ribu mil persegi. Tidak akan pernah ada sabuk asteroid yang begitu rapat karena mereka akan saling bertabrakan dan melenggang keluar dari susunan sabuk. Dan tentu saja jika anggotanya bubar, tidak akan ada namanya sabuk asteroid, bukan?
Matahari itu kuning
Warna apakah yang terlintas di benak anda jika anda ditanya tentang matahari? Tentu saja kuning. Jika anda menggambar matahari tidak dengan warna kuning atau oranye, banyak orang yang akan mencemooh anda tidak lulus taman kanak-kanak.
Matahari itu oranye, kuning atau merah cerah, itulah yang anak-anak tahu tentang matahari pertama kali sebelum mereka tahu bahwa matahari adalah “neraka nuklir mengerikan”. Warna matahari memang hal yang paling mudah diverifikasi di dunia ini, anda cukup melihatnya dengan mata telanjang, jika tidak keberatan.
Bahkan matahari diklasifikasikan sebagai “yellow dwarf”.
Faktanya adalah…
Dengan resiko merusak kenangan kita saat melukis ketika TK dan SD, saya menyatakan bahwa matahari itu bukan benar-benar kuning atau diselimuti dengan api menyala-nyala. Faktanya adalah matahari tidak menarik, hanya seperti bola bilyard berwarna putih. Satu-satunya penyebab matahari berwarna kuning di mata kita adalah karena atmosfer bumi, jika anda ingat pelajaran tentang pembiasan cahaya.
Bagaimanapun, suhu dari matahari adalah 6.000° K, dan bintang apa saja yang memiliki suhu sebesar itu hanya memiliki satu warna: putih. Hal ini terjadi karena matahari memancarkan foton warna yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Jika mata anda mencampur semua warna itu tanpa adanya pembiasan, yang anda dapatkan adalah putih. Adalah benar bahwa matahari seperti bulan, hanya saja tanpa bopeng dan minus romantisme dibawah sinarnya. ![]()
Setelah membaca tiga hal diatas, apa pendapat anda? Memang tidak mudah untuk kita menentukan mana yang benar jika kita tidak cukup banyak belajar dari sumber yang lebih ilmiah. Mempercayai film secara mutlak tentu saja bisa membawa kita kepada kebodohan, meskipun kadang-kadang film ada unsur mendidik. Bagaimana menurut anda?
Dirangkum dari berbagai sumber yang sudah ditautkan di artikel.
Kalimat yang terkait dengan artikel diatas
benda mitos. alasan mata kita hanya bisa melihat sinar matahari berwarna putih. tentang ankasa. sebuah roket berada di luar angkasa setelah melewati lapisan apa. pesawat berwarna putih karena. mengapa satelit mau keluar dari angkasa tidak terbakar. mengapa meteor terbakar. mengapa meteor pada lapisan mesosfer terbakar??. kenapa satelit dan pesawat luar angkasa kalau melewati lapisan mesosfer tidak terbakar. kenapa pesawat luar angkasa tidak terbakar di atmosfer. kenapa pesawat luar angkasa tidak meledak ketika melewati. kenapa meteor terbakar saat melewati lapisan mesosfer. film tentang luarr angkasa. film bertema benda angkasa. cara pesawat melewati atmosfir. benda yang ke bumi terbakar sedangkan benda yang keluar bumi tidak terbakar. Bagaimana pesawat luar angakasa bisa lewati atmosfir bumi. terbakar pesawat di matahari.
Ada 9 tanggapan dari pembaca artikel ini
Dibawah ini adalah tanggapan yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, untuk itu berbuatlah yang baik. Caci maki hanya akan menyakiti orang lain. :)

Kaget pada 04/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
Putih??? jadi selama ini kalau melihat matahari siang hari tanpa kacamata, memang putih beneran
Blog Teknik IT pada 04/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
Smart banget mas, tapi ada penjelasan g kenapa kok warna matahari yang diterima mata kok kuning atau oranye, knp ga warna lain, biru, hijau, kan warna yang diterima mata ini ada hubungannya sama efek pembiasan oleh atmosfir kan?
akbaralatas pada 04/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
bagaimanapun saya baru tahu kalau matahari berwarna putih. ..
putih2 tapi memanaskan …
I2-Harmony pada 04/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
@Kaget: Tapi ga mungkin kalo melihat matahari dari bumi tanpa kacamata bisa tahan gan.
Paling ga dari luar angkasa sejauh 2x jarak bumi ke matahari baru deh keliatan jelas tuh matahari dengan mata telanjang. 
@Blog Teknik IT: Iya, ada yang kelupaan mas, berikut saya kutipkan dari sumbernya: “Matahari terlihat berwarna kuning karena atmosfer bumi membiaskan cahaya matahari, menyingkirkan cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih rendah yaitu biru dan ungu, sehingga hanya warna merah dan hijau saja yang sampai ke mata kita. Percampuran antara warna hijau dan merah (dengan merah lebih dominan) menyebabkan matahari terlihat kuning. Namun jika anda ke luar angkasa dan melihat matahari, maka akan berwarna putih.”
@akbaralatas: Betul gan, ane juga baru tahu setelah lulus SMA.
Tapi bintang yang paling panas adalah yang berwarna biru. Hehehe….
aryan pada 04/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
wah wah… bru tau, joz joz… aku bru tau kalo meteor itu anget2 kuku… hihi cemplungne bak mandi jd gak perlu pake nganget banyu :mrgreen:
Miftahur pada 05/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
Atmosfer memang fenomenal…
Bisa menghancurkan benda asing sampai mengaburkan warna putih menjadi kuning…
Bener-bener kita butuhkan…
I2-Harmony pada 05/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
@aryan: Klo dicemplungke bak mandi, ndak cukup panasnya buat manasin airnya.
@Miftahur: Walah, komentarmu multitafsir lho Mif…
aryan pada 06/02/2012 berpendapat sebagai berikut:
oiya, kalo gt buat teh anget aja dah pake meteor #eh
ndop pada 22/12/2012 berpendapat sebagai berikut:
keren… memang seharusnya putih yah, kenapa kok kuning ya? padahal kalo kita lihat sekarang juga (mumpun awan-awan), cahaya matahari itu pun ya putih…
Posting terakhir ndop adalah Wisata Rohani ke Makam Syekh Sulukhi Wilangan Nganjuk