Jika Kita Memaafkan, Alangkah Lebih Baik Ditambah Melupakan
Memaafkan adalah bagian dari perangkat yang dibutuhkan dalam hubungan sosial kemasyarakatan, baik di dunia nyata, maupun cyber. Memaafkan adalah membiarkan orang lain menyadari bahwa dia adalah manusia dan bisa saja berbuat salah. Ketika seseorang tidak dapat memaafkan dalam suatu hubungan, seringkali akan menimbulkan banyak masalah sepanjang perjalanan hubungan tersebut.
Banyak hubungan, terutama hubungan cinta, berakhir tragis karena satu orang berkata, “Ok, aku maafkan kamu,” tapi menunjukkan sikap yang tidak sama dengan apa yang terucap. Ketika seorang memaafkan, seharusnya tidak perlu diungkit lagi permasalahan apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan kemudian melempar kesalahan itu kepada orang yang meminta maaf. To Forgive is to forget. *kata pepatah barat sih gitu* ![]()
Beberapa orang menggunakan kesalahan temannya atau pasangannya untuk ‘mengendalikan’ mereka. Kenyataannya, mereka akan mengakumulasi semua kesalahan orang lain dan menggunakannya pada saat yang tepat untuk tujuan kepentingan pribadinya. Hal ini hanya akan menimbulkan api permusuhan yang semakin besar. Percayalah, orang seperti ini tidak cocok sebagai teman. Lebih baik tinggalkan mereka, selagi bisa.
Dalam hubungan berpasangan (baik pacaran maupun pernikahan), mengakumulasikan kesalahan untuk digunakan sebagai senjata adalah suatu sikap ketidakhormatan kepada pasangan. sekalipun pasangan anda melakukan kesalahan -sebesar apapun itu- bukan berarti dia tidak memiliki rasa sayang pada kepada anda. Kesalahan adalah bagian dari kehidupan, dan ketika seseorang belajar dari kesalahannya, dan kembali kepada anda, ini menggambarkan loyalitas dan komiten. Beberapa contoh kesalahan dalam hubungan dapat membantu kita lebih menghormati cinta dan kemanusiaan.
Jika anda sedang dimabuk cinta atau berpacaran, cobalah untuk menyisihkan waktu, merenung dan menanyakan pada diri sendiri mengenai apa yang anda harapkan dari hubunganmu itu dan apa yang tidak anda toleransi dari hubungan itu. Berikan batasan yang jelas, kemudian bicarakan dengan pasangan anda. Sehingga setidaknya, pasangan anda memiliki gambaran yang jelas tentang konsekuensi logis sebelum dia melakukan kesalahan. Setidaknya, itu bisa mencegahnya dari ‘kesalahan yang disengaja’. Tapi kembali lagi, manusia adalah tempat salah dan lupa, juga tempat benar dan ingat. Semua kembali kepada diri kita masing-masing, untuk bersikap lebih bijaksana.
Kalimat yang terkait dengan artikel diatas
peribahasa buat teman yg melupakan temannya.
Ada 2 tanggapan dari pembaca artikel ini
Dibawah ini adalah tanggapan yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, untuk itu berbuatlah yang baik. Caci maki hanya akan menyakiti orang lain. :)
ririe pada 06/04/2012 berpendapat sebagai berikut:
Forgive is forget..saya setuju, tapi kenyataannya semuanya tidak bisa kembali sama like nothing happen before..need time and proven jika ‘kesalahn’ itu benar2 sdh over
Posting terakhir ririe adalah Puisi Tanpa Judul
Harmony Magazine pada 10/04/2012 berpendapat sebagai berikut:
Betul, semua memang tidak bisa kembali seperti semula. Ibarat papan yang dipaku, meskipun pakunya dicabut, tentu saja berbekas. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa manusia bisa berubah. Jika baru sekali, berilah kesempatan. Jika salah kedua kalinya, itu bego namanya. Hehehe…

Posting terakhir Harmony Magazine adalah Mark Zuckerberg: Facebook Membeli Instagram Senilai Satu Juta Dollar